==== Life is Better when Share====

Sabtu, 04 Desember 2010

Demi Borobudur

Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Dalam etnis Tionghoa, candi ini disebut juga (Hanyu Pinyin: pó luó fú tú) dalam bahasa Mandarin.

Banyak teori yang berusaha menjelaskan nama candi ini. Salah satunya menyatakan bahwa nama ini kemungkinan berasal dari kata Sambharabhudhara, yaitu artinya "gunung" (bhudara) di mana di lereng-lerengnya terletak teras-teras. Selain itu terdapat beberapa etimologi rakyat lainnya. Misalkan kata borobudur berasal dari ucapan "para Buddha" yang karena pergeseran bunyi menjadi borobudur. Penjelasan lain ialah bahwa nama ini berasal dari dua kata "bara" dan "beduhur". Kata bara konon berasal dari kata vihara, sementara ada pula penjelasan lain di mana bara berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya kompleks candi atau biara dan beduhur artinya ialah "tinggi", atau mengingatkan dalam bahasa Bali yang berarti "di atas". Jadi maksudnya ialah sebuah biara atau asrama yang berada di tanah tinggi.

Sejarawan J.G. de Casparis dalam disertasinya untuk mendapatkan gelar doktor pada 1950 berpendapat bahwa Borobudur adalah tempat pemujaan. Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram dari wangsa Syailendra bernama Samaratungga, yang melakukan pembangunan sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad. Dalam prasasti Karangtengah pula disebutkan mengenai penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. Istilah Kamūlān sendiri berasal dari kata mula yang berarti tempat asal muasal, bangunan suci untuk memuliakan leluhur, kemungkinan leluhur dari wangsa Sailendra. Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur. Lebih lengkapnya silahkan baca di Wikipedia.

Borobudur Pasca Meletusnya Merapi 2010


Tahun ini warga Jogja, Magelang, Boyolali dan klaten sedang dilanda musibah diakibatkan meletusnya gunung merapi yang super dahsyat. Banyak infrastruktur yang rusak akibat meletusnya gunung teraktif di Indonesia ini. Perekonomian Jogja juga sempat lumpuh akibat bencana ini. Salah satunya adalah pariwisata. Dan salah satu icon pariwisata di Jawa Tengah yang terkena dampak dari Merapi adalah candi Borobudur. Salah satu keajaiban dunia ini terkena abu vulcanik merapi sehingga mengakibatkan candi ini terselimuti abu vulkanik yang cukup tebal dan membuat rusak sebagian candi. Mungkin kita berfikiran apakah berbahaya kalau hanya terkena abu?? Apa sih bahayanya abu merapi pada bangunan candi? Tinggal diguyur air kan gampang, langsung bersih.." Anda mungkin mengatakan demikian. Tapi itu salah besar. Tahukah Anda, apa isi dari material abu gunung berapi?

Abu gunung
berapi mengandung mineral, silika, serta bebatuan. Secara kimiawi, unsur yang paling banyak dikandung adalah natrium, kalsium, kalium, sulfat, klorida, magnesium, serta fluoride. Kadang terdapat pula unsur lain, seperti unsur kadmium, seng, dan timah. Bahan-bahan ini apabila ditambahkan air, justru akan terhidrasi menjadi bahan-bahan asam dengan kadar pH total yang sangat rendah. Jauh lebih rendah daripada ketika ia masih berwujud abu yang padat. Kadar keasaman yang rendah justru akan meningkatkan sifat korosifnya pada materi-materi yang dihinggapi, terhadap logam, bebatuan, maupun bangunan-bangunan artefak lainnya.

Beberapa hari yang lalu saya bersama teman teman dari Dinas Pariwisata, Tour n Travel dan berbagai Hotel di Jogja mengadakan kerja bakti untuk membersihkan Candi ini akibat abu vulkanik. Memang selain dari pekerja yang telah ditunjuk banyak relawan yang membantu memperingan pembersihan abu tersebut. Walaupun pembersihan belum selesai dan masih membutuhkan waktu lama, tempat wisata ini tetap di buka oleh umum tetapi hanya di pelataran candid an tidak diperbolehkan naik di area stupa.

Semoga dengan menurunnya aktivitas merapi wisatawan bisa kembali ke Jogja dan Jawa tengah. Mari kita tunjukkan ke Dunia kalau Jogja aman di kunjungi….marilah kita jaga salah satu warisan budaya ini agar tidak hilang dan tetap lestari..


11 komentar:

Let's Share Together mengatakan...

abu vulkanik telah merusak segalanya. termasuk candi borobudur. :(

choirul mengatakan...

kenapa g diguyur air ya?

Anonim mengatakan...

Dan mereka harus sangat hati2 dalam memberesihkan peninggalan sejarah ini :)

noersam mengatakan...

@ let's share together : iya bener thu..
@ choirul : ya di guyur pakai air juga..tp tak semudah itu menghilangkan debunya
@ cucuharis : sip..betul sekali

andinoeg mengatakan...

Dah lama gak ke Borobudur

Danu Akbar mengatakan...

sedikit saran untuk artikel ini.
saya rasa dalam artikel ini terlalu banyak outbound link.
selain membuat search engine menjadi kurang menyukai, hal ini juga dapat membuat mata user sedikit risih.

Sorry, just in my opinion. :)

salam, Danu Akbar.

chiekebvo mengatakan...

mudah2an borobudurnya bisa kembalai kesedia kala ya mas..
soalnya abu2 itu khan bisa merusak relief candi juga ya??

didien mengatakan...

smoga borobudur ttp menjadi 7 keajaiban dunia, karna klo sekarang (klo ga salah nih) peringkatnya udah kegusur

noersam mengatakan...

@ andinoeg : ya maen k borobudur lah
@ danu akbar : thanks banget ya sarannya
@ chiekebvo : benar ..abu bisa merusak.kalo tidak d tangani akan berbahaya
@ didien : ia benar sekali..

andinoeg mengatakan...

Terakhir ke jogja baru sempet ke prambanan

noersam mengatakan...

@ andinoeg :kapan k jogja lg nie

Posting Komentar