Sabtu, 14 November 2009

Capek Hari ini

capek banget hari ini..seharian kerja di hotel dan bagian 17 kamar..wah pegel semua nie badan..
Continue Reading...

Sabtu, 12 September 2009

Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Dalam Kitab Shahihain disebutkan, dari Aisyah ra, ia berkata: "Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah saw. mengencangkan kainnya, menjauhkan diri dari menggauli istrinya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya." Demikian menurut lafazh Al-Bukhari.

Adapun lafazh Muslim berbunyi: "Menghidupkan malam(nya), membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan kainnya."

Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah ra.: "Rasulullah bersungguh-sungguh dalam sepuluh (hari) akhir (bulan Ramadhan), hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya."

Rasulullah saw. mengkhususkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan amalan-amalan yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain, di antaranya:

1.. Menghidupkan malam. Ini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya, dan kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar daripadanya. Dalam Shahih Muslim dari Aisyah ra., ia berkata,

"Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah shalat malam hingga pagi."

Diriwayatkan dalam hadits marfu' dari Abu Ja'far Muhammad bin Ali:

"Barangsiapa mendapati Ramadhan dalam keadaan sehat dan sebagai orang muslim, lalu puasa pada siang harinya dan melakukan shalat pada sebagian malamnya, juga menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan, lisan, dan tangannya, serta menjaga shalatnya secara berjamaah dan bersegera berangkat untuk shalat Jum'at; sungguh ia telah puasa sebulan (penuh), menerima pahala yang sempurna, mendapatkan Lailatul Qadar serta beruntung dengan hadiah dari Tuhan Yang Maha suci dan Maha tinggi. Abu Ja'far berkata: "Hadiah yang tidak serupa dengan hadiah-hadiah para penguasa." (HR. Ibnu Abid-Dunya).

2.. Rasulullah saw. membangunkan keluarganya untuk shalat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang pada malam-malam yang lain tidak.
Dalam hadits Abu Dzar ra. disebutkan:

"Bahwasanya Rasulullah saw. melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak (shalat) keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27) saja. "

Ini menunjukkan bahwa beliau sangat menekankan dalam membangunkan mereka pada malam-malam yang diharapkan turun Lailatul Qadar di dalamnya.
At-Thabrani meriwayatkan dari Ali ra.:

"Bahwasanya Rasulullah membangunkan keluarganya pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan, dan setiap anak kecil maupun orang tua yang mampu melakukan shalat."
Dalam hadits shahih diriwayatkan: "Bahwasanya Rasulullah saw. mengetuk (pintu) Fathimah dan Ali radhiallahu 'anhuma pada suatu malam seraya berkata: Tidakkah kalian bangun lalu mendirikan shalat?" (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Beliau juga membangunkan Aisyah ra. pada malam hari, bila telah selesai dari tahajudnya dan ingin melakukan (shalat) witir.

Diriwayatkan juga mengenai adanya targhib (dorongan) agar salah seorang suami-isteri membangunkan yang lain untuk melakukan shalat, serta memercikkan air di wajahnya bila tidak bangun. (Hadits riwayat Abu Daud dan lainnya, dengan sanad shahih.)

Dalam kitab Al-Muwaththa' disebutkan dengan sanad shahih, bahwasanya Umar melakukan shalat malam seperti yang dikehendaki Allah, sehingga apabila sampai pada pertengahan malam, ia membangunkan keluarganya untuk shalat dan mengatakan kepada mereka: "Shalat! shalat!" Kemudian membaca ayat berikut:
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya." (Thaha: 132).

3.. Bahwasanya Nabi saw. mengencangkan kainnya. Maksudnya, beliau menjauhkan diri dari menggauli isteri-isterinya. Diriwayatkan juga bahwasanya beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sehingga bulan Ramadhan berlalu.
Dalam hadits Anas ra. disebutkan :

"Dan beliau melipat tempat tidurnya dan menjauhi isteri-isterinya (tidak menggauli mereka).

Rasulullah saw. beri'tikaf pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan."

Orang yang beri'tikaf tidak diperkenankan mendekati (menggauli) isterinya berdasarkan dalil dari nash serta ijma'. "Mengencangkan kain" ditafsirkan dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah.

4.. Mengakhirkan berbuka hingga waktu sahur.
Diriwayatkan dari Aisyah dan Anas ra, bahwasanya Rasulullah pada malam-malam sepuluh (akhir bulan Ramadhan) menjadikan makan malam (berbuka)nya pada waktu sahur. Dalam hadits marfu' dari Abu Sa'id ra, ia berkata:

"Janganlah kalian menyambung (puasa). Jika salah seorang dari kamu ingin menyambung (puasanya) maka hendaknya ia menyambung hingga waktu sahur (saja). "
Mereka bertanya: "Sesungguhnya engkau menyambungnya wahai Rasulullah? "Beliau menjawab: "Sesungguhnya aku tidak seperti kalian. Sesungguhnya pada malam hari ada yang memberiku makan dan minum." (HR. Al-Bukhari)

Ini menunjukkan apa yang dibukakan Allah atas beliau dalam puasanya dan kesendiriannya dengan Tuhannya, karena munajat dan dzikirnya yang lahir dari kelembutan dan kesucian beliau. Karena itulah, sehingga hatinya dipenuhi al-ma'ariful Ilahiyah (pengetahuan tentang Tuhan) dan al-minnatur Rabbaniyah (anugerah dari Tuhan) sehingga mengenyangkannya dan tak lagi memerlukan makan dan minum.

5.. Mandi antara Maghrib dan Isya'.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah ra.:

"Rasulullah jika bulan Ramadhan (seperti biasa) tidur dan bangun. Dan manakala memasuki sepuluh hari terakhir beliau mengencangkan kainnya dan menjauhkan diri dari (menggauli) isteri-isterinya, serta mandi antara Maghrib dan Isya."

Ibnu Jarir berkata, mereka menyukai mandi pada setiap malam dari malam-malam sepuluh hari terakhir. Di antara mereka ada yang mandi dan menggunakan wewangian pada malam-malam yang paling diharapkan turun Lailatul Qadar.

Karena itu, dianjurkan pada malam-malam yang diharapkan di dalamnya turun Lailatul Qadar untuk membersihkan diri, menggunakan wewangian dan berhias dengan mandi sebelumnya, lalu berpakaian bagus, sebagaimana hal tersebut dianjurkan juga pada waktu shalat Jum'at dan hari-hari raya.

Namun, tidaklah sempurna berhias secara lahir tanpa dibarengi dengan berhias secara batin. Yakni dengan kembali (kepada Allah), taubat, dan mensucikan diri dari dosa-dosa. Sungguh, berhias secara lahir sama sekali tidak berguna, jika ternyata batinnya rusak.

Allah tidak melihat kepada rupa dan tubuhmu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalmu. Karena itu, barangsiapa menghadap kepada Allah, hendaknya ia berhias secara lahiriah dengan pakaian, sedang batinnya dengan taqwa. Allah Ta'ala berfirman,
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. " (Al-A'raaf: 26).

6.. I'tikaf. Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah ra. :
"Bahwasanya Nabi Saw senantiasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkannya."

Nabi melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir yang di dalamnya dicari Lailatul Qadar untuk menghentikan berbagai kesibukannya, mengosongkan pikirannya, dan untuk mengasingkan diri demi bermunajat kepada Tuhannya, berdzikir, dan berdo'a kepada-Nya.

Adapun makna dan hakikat i'tikaf adalah: Memutuskan hubungan dengan segenap makhluk untuk menyambung penghambaan kepada AI-Khaliq. Mengasingkan diri sesuai dengan yang disyari'atkan kepada umat ini, yaitu dengan i'tikaf di dalam masjid-masjid, khususnya pada bulan Ramadhan, dan lebih khusus lagi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Saw.

Orang yang beri'tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah, berdzikir, dan berdo'a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Ia beri'tikaf dengan hatinya kepada Tuhannya, dan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada-Nya. Ia tidak memiliki keinginanlain kecuali Allah dan ridha-Nya. Semoga Allah memberikan taufik dan inayah-Nya kepada kita. (Lihat Lathaa'iful Ma'aarif, oleh Ibnu Rajab, h. 196-203)

Semoga sepuluh malam terakhir Ramadhan kali ini kita maknai dengan semestinya. Amien.

Sumber : 30 Tadabur Ramadhan - Menjadi Hamba Rabbani - IKADI

Mari kita gunakan sepuluh malam terakhir ini dengan sebaik baiknya

Continue Reading...

Kamis, 27 Agustus 2009

Merantau...


Di Minangkabau, Sumatra Barat, Merantau adalah tradisi yang harus dijalankan setiap anak laki-laki. Yuda (Iko Uwais), pesilat Harimau handal, dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta.

Nasib mempertemukan Yuda dengan yatim piatu Adit (Yusuf Aulia) dan kakaknya, Astri (Sisca Jessica), yang akan menjadi korban organisasi ilegal human trafficking

Organinsasi yang memperlakukan manusia seperti barang ini dipimpin seorang Eropa berhati batu, Ratger (Mads Koudal) dan tangan kanannya Luc (Laurent Buson). Ketika terluka dalam perkelahian antara Johni (Alex Abbad), para tukang pukulnya dan Yuda, Ratger bersikeras mencari Astri, atau “barangnya”, yang berhasil di selamatkan dan ingin pembalasan berdarah setimpal

Perkenalan Yuda dengan kota serabutan ini seperti api yang menyulut ketika situasi memaksanya untuk melarikan diri bersama Astri dan Adit dari kejaran mucikari dan preman-preman yang menguasai malam, menggerayangi setiap jalanan, dan mengejar setiap langkah mereka

Dengan kebebasan hampir di tangan mereka, Yuda tidak mempunyai pilihan selain melawan orang-orang yang menyerangnya dengan adrenalin tinggi dalam runtunan action yang belum pernah dipersembahkan sebelumnya di layar lebar Indonesia


Dan menurut saya film ini juga akan membangkitkan kembali film laga yang ada di indonesia. yang beberapa tahun ini mulai tidak ada tayangannya..moga film ini bisa GO INTERNATIONAL

Ayo pada liat filmnya......

Continue Reading...

Selasa, 25 Agustus 2009

Pemenang Miss Universe 2009 - Stefania Fernandez


Akhirnya perhelatan akbar Miss Universe 2009 telah usai. Stefania Fernandez - Pemenang Miss Universe 2009 yah itulah akhir dari ajang kecantikan miss universe 2009 Kecantikan eksotik perempuan Amerika Latin sekali lagi memukau dunia. Mahkota Miss Universe 2009 pun kembali jatuh ke tangan Venezuela (Miss Universe 2008 Dayana Mendoza juga asal Venezuela), yang diwakili gadis cantik berusia 18 tahun, Stefania Fernandez. dan wakil indonesia sendiri Zivanna Letisha Siregar, Puteri Indonesia 2008 sendiri tidak daftar 15 besar Miss Universe 2009.

Daftar 15 Negara yang masuk Miss Universe 2009

Albania, Australia, Belgium, Croatia, the Czech Republic,Dominican Republic, France, Iceland, Kosovo, Puerto Rico, Sweden, Switzerland, South Africa, the US and Venezuela. Kumpulan Video Miss Universe 2009.


Stefania Fernandez Miss Venezuela itu menyisihkan Miss Republik Dominika - Ada Aimee De La Cruz, yang duduk sebagai runner up pertama. Lalu Miss Kosovo, Gona Dragusha, yang menempati runner up kedua dan Miss Australia, Rachel Finch yang dinyatakan sebagai runner up ketiga. Stefania Fernandez ini menggantikan Dayana Mendoza - Miss Universe 2008.

Selamat Pokoknya...................



Continue Reading...

Minggu, 23 Agustus 2009

Rowo Jombor Klaten namanya....

Selamat datang di Rowo Jombor, itulah ucapan selamat datang ketika memasuki kawasan wisata rama dan pemancingan yang ada di Selatan kota Klaten ini. sekitar 2 bulan yang lalu saya bersama 3 teman saya mengunjungi tempat yang asyik ini. Datang saya langsung memasuki kawasan pemancingan, pengennya sih mancing tapi akhir akhirnya langsung pesan makanan tanpa mancing..he2. itu tempatnya...asyik banget..dengan suasana alam yang jauh dari polusi udara.
Pesan makanannya disini, banyak sekali menu masakan yang tersedia. pokoknya makanan khas dengan dunia danau, rawa.dll. ada nila bakar, lele goreng, bawal, gurameh.dll..yang pastinya saya pesan nila bakar.

Sambil menunggu masakannya jadi, saya menikmati pemandangan yang sungguh indah. jauh dari keramaian kota, jauh dengan polusi udara.

Tapi,,,kondisi rawa yang merupakan kawasan wisata kota klaten ini mulai tidak terawat.

Sampah itu tak seharusnya disini, mari mulai dari sekarang kita buang sampah pada tempatnya , cinta lingkungan pokoknya...

Ikan ikan itu hidupnya disini..melihatnya bisa melepas kepenatan habis ujian...

Nila bakar..khas rowo Jombor siap untuk dinikmati...kalo kesana coba rasakan masakan ini. mantap dah pokoknya..

Mulai disantap makanannya..

Wah sudah kenyang,,,mau meninggalkan rowo jombor...dengan menyeberang naik getek..

bagi pembaca ,,,apabila anda semua berkunjung ke Kota Klaten sebaiknya mengunjungi wisata ini. sekedar buat melepas penat dan juga merasakan nikmatnya Nila Bakar khas Rowo Jombor.
sekitar setengah jam keselatan dari kota klaten...

Blog ini sudah lama tidak diupdate, karena saya merasa bertanggung jawab atas pembuatan blog ini.makanya mulai hari ini saya akan mulai mengaktifkan dan mengupdate setiap blog yang aku punya...





Continue Reading...
 

" BELAJAR DAN BERBAGI " Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template